Tanah jawa ialah pulau yang masyarakatnya masih kental dengan kepercayaan mistik.Banyak masyarakat yang masih melestarikan adat dan budaya kepercayaan leluhur terdahulu. Di antaranya ialah kepercayaan tentang malam jum'at kliwon.
Malam yang dipercaya lebih sakral daripada malam-malam yang lain, saat malam jum'at kliwon energi yang terpancar dari dimensi astral akan lebih kuat.
Dan pada malam ini pula terjadi bentrok antara energi gaib negatif dan positif. Masyarakat jawa memanfaatkan malam ini untuk menayuh pusaka dan menjalankan ritual khusus sesuai hajat masing-masing baik yang bertujuan untuk kebaikan maupun kejahatan.
Lalu sejak kapan kepercayaan tentang kesakralan malam jum'at kliwon ini muncul?
Dahulu kala saat masyarakat tanah jawa belum mengenal agama islam mereka masih menyembah roh dan dewa, cara ibadahnya adalah dengan cara mempersembahkan sesaji yang mulai dari hasil alam sampai mengorbankan darah hewan maupun darah manusia.
Pada saat itu masyarakat memercayai bahwa hari pasaran kliwon sebagai waktu yang tepat untuk berdoa kepada roh leluhurnya,
Suatu waktu datanglah para wali untuk menyebarkan agama islam di tanah jawa, sesuai ajaran nabi bahwa islam adalah agama yang damai maka para wali menyebarkan islam dengan cara menyesuaikan dengan adat dan budaya terdahulu,
Selama adat itu tidak menyimpan dan merugikan maka para wali tidak melarangnya, tetapi jika adat kepercayaan itu menyimpang dari akidah islam maka para wali akan meluruskannya secara damai.
Karna itu perlahan-lahan masyarakat dapat menerima islam dengan baik dan adat kepercayaan leluhur di kombinasikan dengan ajaran islam.
Di antaranya ialah dalam bait terakhir mantra selalu di tambahi dengan ucapan doa "KRONO ALLOH TA'ALA"
Dan karena dalam islam mengajarkan hari JUM'AT adalah rajanya hari dan dalam kepercayaan masyarakat jawa mempercayai hari pasaran KLIWON sebagai hari yang sakral maka munculah kepercayaan "JUM'AT KLIWON"

